INISIATOR: Dukungan Didit Hediprasetyo Foundation di ARTJOG Bukan Intervensi Politik

Jakarta, 6 Juli 2026 – Polemik mengenai keterlibatan Didit Hediprasetyo alias Didit Prabowo dalam penyelenggaraan ARTJOG melalui Didit Hediprasetyo Foundation (DHF) mendapat sorotan serius dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Direktur Eksekutif Indonesian Initiative for Strategic and Policy Studies (INISIATOR), Yakub F. Ismail.
Pernyataan INISIATOR
Yakub menilai bahwa argumentasi yang mencoba mengaitkan kehadiran DHF dengan posisi Didit sebagai putra Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, perlu disikapi secara bijak.
“Menurut saya, kita perlu membedakan secara tegas antara dukungan dari sebuah yayasan dengan upaya untuk mengintervensi karya seni. Memang, cukup dipahami bahwa mereka yang menolak dengan tegas keterlibatan Yayasan tersebut mempunyai argumentasi tersendiri dalam menyikapi hal tersebut. Tapi bagi saya, menarik kesimpulan adanya upaya intervensi kekuasaan melalui kehadiran DHF adalah sesuatu yang terburu-buru,” kata Yakub di Jakarta, Senin (6/7).
Dukungan Seni, Bukan Representasi Kekuasaan
Yakub menegaskan bahwa keterlibatan DHF semestinya dimaknai sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan seni itu sendiri, bukan sebagai representasi kekuasaan.
Publik juga mengetahui bahwa Didit bukan sosok baru dalam dunia seni. Sebagai desainer dan pelaku industri kreatif, Didit telah lama dikenal dengan karya dan rekam jejak membanggakan, jauh sebelum ayahnya menjabat sebagai Presiden RI.
Sponsor sebagai Mekanisme Keberlanjutan Seni
Menurut Yakub, dukungan terhadap festival seni di berbagai negara lazim datang dari yayasan, filantropi, maupun sektor swasta.
“Jadi, menurut saya, kehadiran sponsor tidak otomatis melenyapkan independensi seni. Justru sebaliknya, hal yang perlu perlu dilakukan adalah menjaga batas yang tegas antara dukungan pendanaan dan intervensi kemerdekaan berkarya/berkekspresi,” ujar Yakub.
Yakub menekankan bahwa kehadiran sponsor tidak otomatis melenyapkan independensi seni. Justru yang penting adalah menjaga batas tegas antara dukungan pendanaan dan intervensi terhadap kebebasan berekspresi.
Komitmen Menjaga Netralitas Ruang Seni
Lebih lanjut, Yakub mengingatkan agar ruang seni tidak menjadi arena tarik-menarik kepentingan politik maupun simbolik.
“Benar bahwa ekosistem seni memerlukan dukungan yang luas tidak hanya soal pendanaan, namun dukungan tersebut harus bisa membatasi diri dari ruang netral dan bebas dari seni itu sendiri. Inilah hakikat kesenian yang harus kita sama-sama jaga, ketimbang mempersoalkan dari mana dukungan tersebut datang,” tandasnya.
Polemik keterlibatan DHF dalam ARTJOG menunjukkan pentingnya membedakan antara dukungan finansial dengan intervensi politik. INISIATOR menegaskan bahwa menjaga netralitas ruang seni adalah syarat mutlak demi keberlanjutan ekosistem seni yang bebas dan merdeka.

